KeuanganTrading

6 Cara Trading yang Simple tapi Untung bagi Pemula

Jika anda menggeluti bisnis Forex, yang mana berkaitan dengan jual beli, pastinya ingin tau bagaimana cara trading yang simple tapi untung bukan? Sebenarnya intinya sama saja dengan berjualan offline di pasar maupun toko.

Anda mendapatkan harga beli murah, kemudian dijual lagi dengan harga di atasnya untuk mendapatkan keuntungan. Bedanya, sistem yang digunakan pada trading berupa poin yang kemudian di konversi menjadi mata uang.

Seperti yang diketahui, ada beberapa trading yang ada dan banyak digunakan sebagai peluang bisnis utama. Sebut saja Forex yang menjadi pelopor sistem jual beli dengan poin pertama, kemudian disusul dengan jenis lainnya seperti Binary, emas, dan yang terbaru yakni Bitcoin.

Baca juga : 7 Strategi Penjualan Online untuk Pemula

Seiring dengan perkembangan teknologi, trading menjadi salah satu bisnis online yang menjanjikan karena keuntungannya cukup besar. Tentu saja modal berbanding lurus dengan keuntungan yang dimaksud, begitu juga dengan kerugiannya.

Agar tidak mengalami hal yang tidak diinginkan tersebut, yaitu kerugian, banyak hal yang harus dilakukan dan dipelajari. Melakukan analisa, baik technical maupun fundamental, adalah hal wajib yang harus dipelajari. Hal tersebut sangat menentukan fluktuasi harga saat itu.

Faktor lain yang harus dipelajari dan menentukan kesuksesan anda dalam bisnis trading yaitu memilih indikator dan menerapkan strategi manajemen risiko.

Cara Trading yang Simple tapi Untung

Dibutuhkan waktu lama untuk mempelajari semua hal yang berkaitan dengan trading. Untungnya, ada poin penting yang harus didahulukan supaya persentase keuntungan bisa lebih tinggi.

Berikut beberapa cara trading yang simple tapi untung yang biasa dilakukan pemula maupun profesional!

Perhatikan Indikator

Bagi pemula dan belum menguasai technical trading, pastinya bingung tentang faktor apa saja yang mempengaruhi harga. Biasanya mereka memasang banyak indikator di chart trading. Sadar kah anda bahwa hal itu justru malah membingungkan? Apalagi jika anda tidak mengetahui fungsi dari masing-masing indikator tersebut.

Ada baiknya jika anda memasang indikator penting saja, maksimal tiga indikator sudah lebih dari cukup. Pilih sesuai dengan kebutuhan, karena pada dasarnya, indikator mempunyai fungsi yang hampir sama.

Coba lihat trader yang sudah berpengalaman, pasti tidak memasang banyak indikator di dalam chart trading mereka.

Baca juga : 7 Cara Meningkatkan Omset Penjualan Yang Efektif

Cara Trading yang simple dengan menyusun Strategi

Tujuan dari trading tidak lain untuk mendapatkan keuntungan bukan? Anda tentu tidak bisa sembarang melakukannya, alias harus mempunyai strategi khusus.

Sebagai contoh, berapa keuntungan yang ditargetkan, berapa modal yang dikeluarkan untuk setiap kali open posisi, dan strategi penting lainnya.

Pilih Time Frame yang Tepat

Time frame berfungsi untuk menampilkan chart trading dalam waktu tertentu. Paling cepat yaitu M1 yang berarti pergerakan harga ditampilkan setiap menit, kemudian yang paling lama adalah bulanan.

Memilih time frame M1 tentunya sangat tidak cocok karena terlalu banyak noise yang didapatkan. Sedangkan jika terlalu lama, anda juga tidak bisa melihat pergerakan harga secara maksimal.

Time frame yang pas dan ideal untuk mendapatkan trend yang besifat mayor yaitu H1 yang artinya pergerakan harga akan ditampilkan setiap 1 jam.

Perhatikan Open Posisi

Anda memasuki pasar global, yang artinya harus mematuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Ketika melakukan open posisi, pastikan anda sudah memenuhi syarat entry.

Maksudnya, meskipun saat itu peluang untuk open posisi sangat bagus, jika syarat belum terpenuhi, jangan dilakukan.

Sekilas memang mudah, namun dalam kondisi tertentu, aturan ini sering dilanggar, terlebih bagi pemula.

Sebagai contoh ketika sedang emosi karena merugi (loss), trader biasanya putus asa dengan melakukan open posisi seadanya tanpa memperhatikan syarat entry. Akibatnya, kelemahan terebut bisa dimanfaatkan trader profesional lainnya.

Close Posisi di Waktu yang Tepat

Bagaimana menentukan waktu yang tepat untuk close posisi? Yaitu dengan cara mempertimbangkan manajemen risiko.

Dalam bisnis trading, untung dan rugi merupakan makanan sehari-hari. Tidak mungkin anda bisa untung terus dalam jangka waktu lama.

Manajemen risiko bisa meminimalkan jumlah kerugian yang didapat jika close posisi tidak sesuai harapan.

Beberapa big player menyarankan untuk menggunakan rasio 1:1 dari perhitungan keuntungan dan kerugian.

Buat Jurnal Cara Trading yang Simple

Catat setiap hasil dan strategi trading yang sudah anda lakukan. Banyak pemula yang mengabaikan hal ini karena dianggap tidak begitu penting.

Rekomendasi : Cara Menghitung Persen Penjualan untuk Keuntungan dan Kerugian

Padahal dengan mencatat semua kegiatan tersebut, anda bisa belajar dari kesalahan sebelumnya dan memperbaikinya ke depan. Dengan kata lain, jurnal merupakan catatan penting untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan.

Kontrol Psikologi

Seseorang yang ambisius tidak disarankan untuk menjalani bisnis trading. Hal ini dikarenakan bisa memancing emosi yang berakibat kerugian fatal.

Oleh sebab itu, sebisa mungkin anda mengontrol psikologi agar tetap normal. Jika dirasa emosi dengan alasan tertentu, sebaiknya libur dulu hingga kembali normal.

Penutup

Trading bisa dilakukan semua orang meskipun awalnya tidak memahaminya sama sekali. Asalkan mau belajar, semua bisa dikuasai dalam kurun waktu tertentu.

Apalagi saat ini banyak ditemui bagaimana cara trading yang simple tapi untung, seperti halnya yang telah kami berikan diatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button