BisnisKeuangan

Cara Menghitung Laba Penjualan dari Laba Kotor dan Laba Bersih

Cara menghitung laba penjualan merupakan salah satu hal penting dan wajib dikuasai bagi pelaku usaha jual beli. Tujuannya tidak lain yakni bisa mengetahui perkembangan keuntungan dari waktu ke waktu. Apabila anda tidak menguasainya, tentu bisa menjadi masalah besar, karena tidak tahu kapan waktu untung dan rugi.

Dalam usaha penjualan, baik itu produksi sendiri maupun reseller, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan keuntungan, benar? Jika anda tidak mengetahui cara perhitungan dari keuntungan yang dimaksud, lalu dari mana anda tau bahwa saat itu untung atau rugi? Bisa jadi dalam kurun waktu tertentu anda mengalami kerugian, namun tidak mengetahuinya jika tidak menguasai perhitungan yang dimaksud.

Setidaknya, ada tiga jenis keuntungan berdasarkan dari nilai pokok penjualan. Ketiga jenis laba tersebut yakni laba kotor, laba bersih dan juga laba operasional. Dari ketiganya, perhitungannya berbeda, begitu juga dengan rumus yang digunakan.

Pengertian Laba

Yuk kita cari tau dulu apa yang dimaksud dengan laba, agar nantinya tidak salah dalam menentukan perhitungannya. Laba yang juga dikenal dengan keuntungan atau profit merupakan selisih antara uang masuk dan uang keluar. Mudah sekali jika menentukan uang masuk, yakni bisa dari nilai penjualan yang didapatkan.

Baca Juga : Aplikasi Pencatatan Penjualan, Bisa Digunakan Gratis !

Berbeda dengan uang keluar yang mempunyai arti cukup luas. Misalkan anda mempunyai usaha produksi sendiri, maka uang keluar tersebut bisa jadi biaya operasional, pembuatan produk, pengiriman dan masih banyak lainnya. Maka dari itu, cara menghitung laba penjualan juga tergantung dari usaha apa yang anda jalankan.

Jika diartikan secara sederhana, pengertian laba ialah sisa uang yang didapat dari penjualan setelah dikurangi semua biaya uang keluar. Dalam hal ini, anda tidak harus menghitung harian, melainkan bisa juga bulanan atau bahkan tahunan. Namun alangkah baiknya jika pembukuan perhitungan tersebut dilakukan setiap hari agar mengetahui perkembangannya.

Cara Menghitung Laba Penjualan

Saatnya kita masuk ke bagian utama, yaitu perhitungan laba atau keuntungan. Seperti yang telah dikatakan diatas bahwa untuk menentukan keuntungan dari penjualan, tergantung dari usaha dagang yang dilakukan. Terdapat dua jenis laba yang akan dipelajari di sini, yakni laba kotor dan laba bersih.

Laba Kotor

Pada umumnya, pelaku usaha bisa dengan mudah menentukan laba kotor dari penjualan yang didapatkan. Berapa total penjualan dalam kurun waktu tertentu, kemudian dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP). Silahkan anda ingat rumus dibawah ini!

Laba Kotor = Total Uang Masuk – Harga Pokok Penjualan (HPP)

Penjualan bersih yang dimaksud ialah semua uang yang didapatkan dari hasil penjualan, belum dikurangi apapun. Sedangkan untuk HPP (Harga Pokok Penjualan) yakni biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu barang atau produk. Bagi reseller, HPP merupakan harga beli barang tersebut sebelum dijual kembali.

Laba Bersih

Selanjutnya kita memasuki bab bagaimana cara menghitung laba penjualan bersih yang juga masih berkaitan dengan perhitungan laba kotor diatas. Pengertian sederhananya adalah selisih antara laba kotor dengan beban usaha produksi yang meliputi biaya operasional dan non operasional.

Laba Bersih = Laba Kotor – Beban Usaha

Pengertian laba kotor sudah mudah dipahami bukan? Lalu bagaimana dengan beban usaha (biaya operasional dan non operasional)? Jika anda sebagai pelaku usaha yang menghasilkan produk sendiri, maka beban usaha tersebut antara lain biaya listrik, pajak, air, gaji pegawai, DLL. Intinya, semua biaya yang dikeluarkan kecuali biaya bahan baku barang tersebut yang sudah masuk dalam perhitungan laba kotor.

Baca Juga : Tips meningkatkan omset penjualan melalui whatsapp business

Bagaimana dengan pelaku reseller? Sebenarnya sama saja, beban usaha yang dimaksud meliputi biaya operasional seperti ongkos kirim, transport, biaya promosi dan pengemasan barang DLL.

Cara Menghitung Laba Penjualan Pakaian

Setelah anda mengetahui dan memahami pengertian serta rumus diatas, sekarang kita ambil salah satu contoh bagaimana cara menghitung laba penjualan pakaian.

Contoh: Anda memiliki usaha dagang pakaian yang diambil dari grosir online terpercaya. Untuk satu paket barang yang dimaksud seharga 3.500.000 rupiah. Dikarenakan jaraknya yang cukup jauh, anda harus menanggung beban biaya pengiriman sebesar 300.000 agar bisa sampai ke rumah.

Setelah semua habis terjual, anda mendapatkan total pemasukan sebanyak 5.000.000 rupiah. Akan tetapi anda juga mengeluarkan biaya pengemasan dan juga promosi sebesar 200.000 rupiah. Berapa laba kotor dan laba bersih yang anda dapatkan?

Jawab: Untuk mengetahui berapa total laba bersih, anda harus menghitung laba kotor terlebih dahulu bukan? Sesuai dengan rumus diatas, maka perhitungan laba kotor bisa didapatkan sebagai berikut!

  • Laba Kotor = Total Uang Masuk – Harga Pokok Penjualan (HPP)
  • Laba Kotor = 5.000.000 – 3.500.000 = 1.500.000

Jadi, laba kotor yang anda dapatkan saat itu sebesar 1.500.000 rupiah. Apabila diteruskan untuk menghitung laba bersih, maka hasilnya seperti dibawah ini!

  • Laba Bersih = Laba Kotor – Beban Usaha (Operasional)
  • Laba Bersih = 1.500.000 – (300.000 + 200.000)
  • Laba Bersih = 1.500.000 – 500.000 = 1.000.000

Penutup

Cukup mudah bukan bagaimana cara menghitung laba penjualan dari usaha yang anda jalani? Semoga dengan adanya informasi diatas, saat ini anda tidak lagi bingung dalam menentukan keuntungan yang didapat, baik harian, bulanan dan juga dalam waktu satu tahun.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button